Telah ditentukan bahwa Lambang memiliki fungsi untuk :
>  Tanda Pengenal yang berlaku di waktu damai
> Tanda Perlindungan yang berlaku diwaktu damai dan perang/konflik
Apabila digunakan sebagai Tanda Pengenal, Lambang tersebut harus dalam ukuran kecil, berfungsi pula untuk mengingatkan bahwa institusi di atas bekerja sesuai dengan Prinsip-prinsip Dasar Gerakan. Pemakaian Lambang sebagai Tanda Pengenal juga menunjukan bahwa seseorang, sebuah kendaraan atau bangunan berkaitan dengan Gerakan. Untuk itu, Gerakan secara organisasi dapat mengatur secara teknis penggunaan Tanda Pengenal misalnya dalam seragam, bangunan, kendaraan dan sebagainya. Penggunaan Lambang sebagai Tanda Pengenal pun harus didasarkan pada undang-undang nasional mengenai Lambang untuk Perhimpunan Nasionalnya.
Apabila Lambang digunakan sebagai tanda pelindung, Lambang tersebut harus menimbulkan sebuah reaksi otomatis untuk menahan diri dan menghormati di antara kombatan. Lambang harus selalu ditampakkan dalam bentuknya yang asli. Dengan kata lain, tidak boleh ada sesuatupun yang ditambahkan padanya – baik terhadap Palang Merah, Bulan Sabit Merah ataupun pada dasarnya yang putih. Karena Lambang tersebut harus dapat dikenali dari jarak sejauh mungkin, ukurannya harus besar, yaitu sebesar yang diperlukan dalam situasi perang. Lambang menandakan adanya perlindungan bagi:
>  Personel medis dan keagamaan angkatan bersenjata
>  Unit dan fasilitas medis angkatan bersenjata
>  Unit dan transportasi medis Perhimpunan Nasional apabila digunakan sebagai perbantuan terhadap pelayanan medis angkatan bersenjata
>  Peralatan medis.
1.  Mengukur suhu tubuh (Termometer)
Tujuan mengukur suhu :
   Untuk mengetahui suhu tubuh si sakit
   Untuk mengetahui adanya kelainan pada suhu tubuh si sakit
   Untuk mengetahui perkembangan penyakit
   Untuk membantu dokter dalam menegakan diagnosis.
Tempat dan cara mengukur suhu tubuh
Di Ketiak :
  • Pelaku mencuci tangan
  • Siapkan termometer, usahakan air raksa berada diposisi pangkal termometer.
  • Beritahu si sakit.
  • Keringkan ketiak si sakit
  • Tempatkan pangkal termometer ditengah ketiak
  • Di minta si sakit untuk menjepitnya selama 10 – 15 menit
  • Tangan yang lain membantu menekan bagian lengan yang menjepit termometer.
  • Setelah 10 – 15 menit termometer dikeluarkan, dibaca sampai dimana air raksanya dan dicatat.
  • Termometer dibersihkan dan disimpan.
  • Pelaku mencuci tangan.
Di dubur :
§  Pengukuran suhu di dubur dilakukan pada :
-          Bayi, anak & orang yang sakit parah, dan pada orang dalam keadaan tertentu.
§  Pengukuran suhu di dubur tidak boleh dilakukan pada :
-          Orang sakit yang luka di daerah dubur
-          Orang yang berpenyakit kelamin
§  Cara mengukur suhu di dubur
-          Pelaku mencuci tangan
-          Siapkan termometer dengan minyak pelumas/minyak
-          Beritahu si sakit, miringkan si sakit, bebaskan pakaian yang menutupi bokong.
-          Kaki yang sebelah atas ditekuk ke arah perut.
-          Olesi pangkal termometer dengan minyak kelapa ,untuk memudahkan saat memasukkan.
-          Pisahkan bokong si sakit agar anus menjadi tampak, lalu pangkal termometer dimasukkan.
-          Pegang termometer selama berada dalam anus kurang lebih 3 menit
-          Keluarkan termoter baca hasilnya dan catat di buku harian.
-          Termometer dibersihkan lalu disimpqn.
-          Pelaku cuci tangan.
Di Mulut:
Dilakukan pada orang sakit bila kedua tempat diatas tidak memungkinkan
§  Pengukuran suhu di mulut tidak boleh dilakukan pada ;
-          Orang yang tidak sadar atau gelisah.
-          Orang yang berpenyakit mulut,batuk pilek atau sesak nafas.
-          Bayi/anak yang masih kecil.
  • Cara mengukur suhu di mulut.
-          Pelaku cuci tangan.
-          Siapkan termometer.
-          Beritahu si sakit.
-          Si sakit diminta untuk membuka mulut.
-          Letakkan pangkal termometer dibawah lidah agak ke samping, diminta si sakit untuk menutup mulut dan bernafas melalui hidung.
-          Setelah 3 menit keluarkan termometer ,baca dan catat di buku harian.
-          Termometer dibersihkan , lalu disimpan.
-          Cuci tangan.
2.  Menghitung  denyut nadi
  • Menghitung denyut nadi adalah sama pentingnya dengan mengukur suhu.
  • Tujuan Mengukur denyut nadi.
o   Mengetahui keadaan umum si sakit.
o   Mengetahui keadaan jantung.
o   Mengikuti perkembangan jalannya penyakit.
o   Membantu menentukan diagnosa.
  • Pelaksanaan.
o   Pelaku cuci tangan.
o   Beritahu Orang Sakit.
o   Si sakit duduk atau berbaring ,lengan dikendurkan dengan ibu jari seb atas .
o   Cari nadi dengan 3 jari (telunjuk,jari manis dan jari tengah)
o   Hitung denyut nadi selam ½ menit ,hasilnya dikalikan dua  dan dicatat dalam buku harian.
3.  Menghitung  Frekuensi Pernafasan
  • Yang dimaksud dengan 1 kali pernafasan adalah 1 kali menarik nafas + 1 kali mengeluarkan nafas.
  • Tujuan Menghitung Pernafasan :
o   Mengetahui keadaan umum si sakit.
o   Membantu Dr dalam menentukan diagnosa.
  • Pelaksanaan.
o   Dihitung segera setelah menghitung denyut nadi.
o   Jangan diberi tahu si sakit
o   Diperhatikan apakah kedua dinding bergerak seirama,apakah terlihat ada kesukaran dalam bernafas.(misalnya adanya cekungan pada kulit diantara tulang iga dan pada sudut pangkal leher ketika si sakit menarik nafas.).
o   Hitung pernafasan selama ½ menit dan hasilnya dikali 2 catat dalam buku catatan harian.
4.  Membuat buku catatan harian orang sakit
   Seorang PK harus membuat catatan tentang apa saja yang dilaksanakan dalam perawatan/pengobatan dan juga keluhan yang dirasakan oleh si sakit.
   Data yang perlu di catat.
-    Nama,umur, berat badan si sakit (terutama untuk anak-anak).
-    Tanggal- jam- suhu – nadi pernafasan
-    Makanan dan minuman  (diet)
-    Pengobatan (nama obat, dosis pemberian , cara pemberian ).dan reaksi setelah makan-minum obat.
-    Bab dan Bak. (jumlah, Frekwensi, konsistensi tinja, warna dsb).
-    Keterangan : keadaan/perubahan dari si sakit,gejala yang tampak
Palang Merah Remaja atau PMR adalah organisasi kepemudaan binaan dari Palang Merah Indonesia yang berpusat di sekolah-sekolah dan bertujuan memberitahukan pengetahuan dasar kepada siswa sekolah dalam bidang yang berhubungan dengan kesehatan umum dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan.
Untuk mendirikan atau menjadi anggota palang merah remaja disekolah, harus diadakan Pendidikan dan Pelatihan Diklat untuk lebih mengenal apa itu sebenarnya PMR dan sejarahnya mengapa sampai ada di Indonesia, dan pada diklat ini para peserta juga mendapatkan sertifikat dari PMI. Dan baru dianggap resmi menjadi anggota palang merah apabila sudah mengikuti seluruh kegiatan yang diadakan oleh palang merah remaja disekolah.
PMI mengeluarkan kebijakan pembinaan PMR:
  1. Remaja merupakan prioritas pembinaan, baik dalam keanggotaan maupun kegiatan kepalangmerahan.
  2. Remaja berperan penting dalam pengembangan kegiatan kepalangmerahan.
  3. Remaja berperan penting dalam perencanaan, pelaksanaan kegiatan dan proses pengambilan keputusan untuk kegiatan PMI.
  4. Remaja adalah kader relawan.
  5. Remaja calon pemimpin PMI masa depan.
Tujuan pembinaan dan pengembangan PMI masa depan:
  1. Penguatan kualitas remaja dan pembentukan karakter.
  2. Anggota PMR sebagai contoh dalam berperilaku hidup sehat bagi teman sebaya.
  3. Anggota PMR dapat memberikan motivasi bagi teman sebaya untuk berperilaku hidup sehat.
  4. Anggota PMR sebagai pendidik remaja sebaya.
  5. Anggota PMR adalah calon relawan masa depan.

Palang Merah Remaja Indonesia warga Palang Merah sedunia
Berjuang berbakti penuh kasih sayang untuk rakyat semua
Bekerja dengan rela tulus ikhlas untuk yang tertimpa sengsara
Puji dan puja tidak dikejar… mengabdi tuk sesama…
Putra Putri Palang Merah Remaja Indonesia
Abdi rakyat sedunia luhur budinya
Putra Putri Palang Merah Remaja Indonesia
Abdi rakyat sedunia mulya citanya

Gizi Buruk

-->
Ø  Gizi buruk disebabkan oleh kurang makan atau kurang mengkonsumsi makanan dengan baik.
Ø  Anak-anak yang kurang gizi :
§  Tidak bertumbuh atau berkembang secara normal
§  Mereka lebih besar kemungkinan untuk terkena penyakit dan kecil kemungkinan untuk bertahan hidup
§  Mereka terperangkap dalam lingkungan gizi buruk dan penyakit
Ø  Tanda seorang anak menderita Gizi buruk
§  Anak menjadi lemah, sehingga untuk makanpun perlu disuapi.
§  Mempunyai masalah diare, batuk atau radang paru-paru
§  Lemah dan lesu
§  Penderita gizi buruk kehilangan otot-otot
§  Penderita gizi buruk tubuhnya bengkak air (udema)
§  Kulit melepuh dan terkelupas (penderita kwashiorkor)
§  Lingkar lengan atas kurang dari 13 cm.
Ø  Tindakan :
§  Berikan makanan sedikitnya 6 kali sehari
§  Bantulah anak-anak untuk makan, (mengolah makanan sehingga mudah dimakan oleh penderita gizi buruk).
§  Berikan cairan sari makanan kepada anak-anak  gizi buruk yang mengalami dehidrasi.
§  Anjurkan orang tua untuk berkunjung ke posyandu/puskesmas, untuk di timbang, diberikan obat-obatan yang tepat.
§  Menghibur anak-anak yang kurang gizi, dengan cara bermain bersama.
1.    Peralatan yang diperlukan untuk PK tidak perlu sama dengan yang ada di rumah sakit, dengan peralatan sederhana kita dapat menolong orang sakit. Peralatan yang digunakan dapat menggunakan peralatan yang ada atau improvisasi.

2.   Perlengkapan PK sederhana :
Bagi Pelaku PK
   Celemek
   Peralatan mencuci tangan
§  Air mengalir (kran, botol, improvisasi lain)
§  Baskom (wadah menampung air)
§  Sabun dalam tempatnya (kalau perlu sikat tangan)
§  Handuk tangan/serbet.

Bagi orang sakit
   Peralatan tempat tidur
§  Tempat tidur dan bantal
§  Seprei, sarung bantal, kain perlak dan alas perlak (sedikitnya 2 set), selimut.
§  Alat penopang kaki (improvisasi)
   Peralatan mandi, buang air kecil (b.a.k), buang air besar (b.a.b)
§  2 ember
§  1 gayung
§  Baskom
§  2 washlap
§  2 handuk
§  Pasu najis
§  Labu kemih
§  Tissue
§  Air mengalir (di botol, ceret, wadah lainnya)
§  Sisir & alat make up untuk wanita
§  Air hangat dalam wadah
   Peralatan mencuci rambut
§  Talang plastik
§  Shampo
§  Alat pengering rambut (hair dryer, kipas, dll)
§  Handuk
§  Sisir
   Peralatan memelihara mulut
§  Sikat gigi
§  Pasta gigi
§  Bengkokan / kaleng / wadah penampungan buangan.
   Peralatan makan
§  Baki berisi : piring, sendok, garpu, gelas dengan tatakan dan tutupnya (dapat  diberi sedotan), serbet.
§  Meja kecil, bel (khusus untuk pasien yang dapat makan sendiri.
   Peralatan medis
§  Termometer, Tensi meter, Perban & Plester
   Peralatan Kompres
§  Washlap, air hangat atau air dingin
§  Kantong es/kompres dingin, kantong air panas/ kompres panas.
   Bahan lain yang diperlukan :
§  Talk, minyak pelumas & cream pelembab kulit.
   Desinfectant / cairan pensucihama & antiseptict.

1.    Sikap yang baik seorang Pelaku PK penting untuk memberi kesan baik tentang kepribadiannnya:
§  Berperikemanusiaan
§  Bertanggungjawab
§  Selalu mengutamakan kepentingan si sakit
§  Selalu bersikap terbuka
2.    Menunjukan kemanuan kerja dengan tenang, cepat dan tanpa ragu-ragu.
3.    Mempunyai sifat ramah, selalu senyum, bersedia untuk mendengarkan keluhan dan mampu menenangkan si sakit.
4.    Berfikirlah sebelum bertindak atau bekerja
5.    Pengamatan serta informasi yang berwenang sangat bermanfaat dan membantu dalam menjalankan tugas perawatan
6.    Jagalah kebersihan lingkungan dan ruangan di sakit dengan tidak mengabaikan kebersihan diri sendiri.
7.    Catatlah selalu hasil pengamatan dan perawatan secara singkat jelas
8.    Usahakan agar tidak menambah penderitaan si sakit
9.    Jangan bertindak menyimpang dari peraturan dan perintah dokter/ petugas kesehatan.
10. Jika perlu untuk merujuk si sakit ke puskesmas atau rumah sakit, persiapkan dengan baik, baik keperluan orang sakit juga transportasi.
11. Selalu menjaga kerahasiaan medis pasien.